AMPO – Jakarta menjadi saksi perubahan penting dalam jajaran direksi PT Pertamina (Persero), di mana susunan kepengurusan Direksi mengalami perombakan signifikan. Informasi ini secara resmi diumumkan melalui situs web perseroan pada hari Rabu, 4 Februari 2026, menandai babak baru dalam kepemimpinan salah satu BUMN terbesar di Indonesia.

Perombakan tersebut membawa Mega Satria menduduki posisi strategis sebagai Direktur Keuangan Pertamina yang baru. Penunjukan ini sekaligus menggantikan Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat di posisi tersebut, menunjukkan adanya rotasi dan penugasan kembali talenta-talenta terbaik.

Emma Sri Martini sendiri tidak keluar dari jajaran manajemen Pertamina; ia kini dipercaya untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina. Perubahan ini mengindikasikan upaya perseroan untuk terus memperkuat struktur organisasinya demi menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

Mengenai perubahan penting ini, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memberikan konfirmasi singkat. Ia hanya menyatakan bahwa “Perubahan kepengurusan perusahaan disampaikan di website,” menegaskan transparansi informasi dari pihak Pertamina.

Rekam Jejak Gemilang Mega Satria di Lingkungan BUMN

Lantas, siapa sebenarnya Mega Satria yang kini memegang kendali keuangan raksasa energi nasional ini? Sosok Mega Satria bukanlah nama baru di lingkungan Pertamina, apalagi di jagat BUMN secara keseluruhan.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Mega Satria telah menunjukkan kapasitasnya sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga. Jabatan tersebut merupakan bagian dari Subholding Commercial and Trading Pertamina, yang memberikannya pemahaman mendalam tentang operasional dan keuangan perusahaan.

Pengalaman Mega Satria di sektor keuangan BUMN terbilang sangat luas dan bervariasi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di sejumlah Badan Usaha Milik Negara yang berbeda industri, mengasah kemampuannya dalam berbagai dinamika bisnis.

Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Pelabuhan Indonesia (Persero) serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Pengalaman ini memberikannya keahlian dalam pengelolaan finansial di sektor logistik dan infrastruktur maritim yang kompleks.

Selain itu, rekam jejaknya juga mencakup posisi sebagai Direktur Keuangan di PT Bukit Asam Tbk, sebuah perusahaan pertambangan batu bara terkemuka. Ia juga pernah menjabat Direktur Keuangan & SDM di PT Pengembang Pelabuhan Indonesia dan Chief Financial Officer (CFO) di maskapai penerbangan PT Citilink Indonesia, menunjukkan adaptabilitasnya di berbagai bidang industri.

Latar Belakang Pendidikan yang Kuat

Mega Satria tidak hanya dibekali dengan pengalaman praktis yang kaya, namun juga fondasi pendidikan yang kokoh dari institusi terkemuka di Amerika Serikat. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis (S1) dari Wichita State University pada tahun 1998.

Tak berhenti di situ, Mega Satria melanjutkan studinya dan sukses memperoleh gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA/S2) dari Loyola University of Chicago pada tahun 1999. Kombinasi pendidikan dan pengalaman ini menjadikannya figur yang sangat mumpuni di bidang keuangan.

Susunan Direksi dan Komisaris Pertamina Terbaru

Berdasarkan informasi yang terpantau dari situs resmi Pertamina per Rabu, 4 Februari 2026, berikut adalah susunan terbaru jajaran Direksi dan Komisaris yang akan memimpin langkah Pertamina ke depan:

Jajaran Direksi PT Pertamina (Persero):

  • Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha: Emma Sri Martini
  • Direktur Penunjang Bisnis: M. Erry Sugiharto
  • Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin
  • Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis: Agung Wicaksono
  • Direktur Logistik dan Infrastruktur: Jaffee Arizon Suardin
  • Direktur Sumber Daya Manusia: Andy Arvianto
  • Direktur Keuangan: Mega Satria

Jajaran Komisaris PT Pertamina (Persero):

  • Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Mochamad Iriawan
  • Wakil Ketua Komisaris Utama: Todotua Pasaribu

Perubahan susunan direksi ini diharapkan dapat membawa Pertamina menuju kinerja yang lebih baik dan adaptif terhadap tantangan global maupun domestik. Dengan pengalaman luas Mega Satria di berbagai BUMN, diharapkan strategi keuangan Pertamina semakin kokoh dan inovatif, mendukung visi perusahaan untuk menjadi pemimpin energi nasional dan global.

Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina untuk memperkuat kepemimpinan dan memastikan pengelolaan perusahaan berjalan efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam melakukan regenerasi dan optimalisasi talenta terbaiknya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *